Hari ini aku melihatnya di
Taman. Dia duduk sendirian dari pukul.18.00 hingga 21.00 WITA. Dia hanya duduk,
melamun dan memainkan pulpen. Memainkan pulpen,,
Aku tau, dia sedang berpikir
saat ini. Pikirannya sedang menerawang jauh, sangat terlihat dengan jelas apa
yang dia pikirkan dari pandangannya. Karna aku jatuh cinta dengannya hanya
dengan memandanginya.
Aku tau, saat ini dia sedang
memiliki banyak masalah. Masalah yang sudah tidak mampu lagi dia pendam
sendiri. Namun apa boleh buat, untuk menangis saat ini adalah tempat yang
sangat tidak tepat. Ingin mecurahkan semuanya tidak ada orang yang bisa
diandalkan dan dipercayai. Dia berpikir, “ya, hanya aku satu-satunya orang yang
bisa mengerti apa yang sedang kurasakan saat ini”
Dia membaca buku, diam
sejenak, memakan cemilan, minum, merenung, memainkan pulpen, membuyarkan
lamunanya sendiri dan membaca bukunya lagi. Seperti telah terstruktur, ini
dilakukannya berulang kali. Dari lampu taman belum nyala, mulai redup dan makin
terang. Dia tetap disana..
Basecampnya..
Tempat duduk tanpa rumput,
dengan tiang yang memiliki 2 lampu namun hanya 1 yang bersinar. Ya, sama
seperti keadaanya saat ini. Redup, tak kunjung terang.
Dia tak punya pijakan, juga
tak punya pegangan. Lelah, letih dan capek. Sabar, setia dan berusaha menjadi
lebih baik lagi. Semua, ya semua telah dicobanya. Sakit hati, putus asa, sedih,
kehilangan semangat dan tak bisa melihat apapun. Semua sedang dirasakan.
Perlahan dilewati dan terlewati..
Dia terlihat lebih rapuh dari
kerapuhan yang sebelumnya pernah kulihat..
Bee15th_
Mataram, 6 Mei 2018

Posting Komentar