Judul buku : Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan
Sepatu Merahmu
Penulis : Intan Paramaditha
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 1 : 16 Oktober 2017
ISBN : 978-602-03-7772-8
Halaman : 492 halaman
“Gentayangan, tak berpikir tentang
pulang. Semua ini lebih penting dari apa pun buatmu, dan mungkin juga buat
mereka yang terperangkap di kota yang sama, rumah yang sama.” (Hal. 162)
Menceritakan
seorang perempuan yang hampir 28 tahun hidupnya seperti kakak, teman-teman atau
siapapun yang dikenalnya karena ia ingin hidup dengan berpetualang. Perempuan
ini adalah guru Bahasa inggris. Namun di usianya yang sudah menginjak 28 tahun
dia ingin bertualang ke negara yang berbahasa inggis. Hingga akhirnya ia
menagih janji dari sang iblis untuk mengabulkan keinginannya. Dan iblis
memberinya sepasang sepatu merah, yang mengajak nya berpetualang.
Bersama
sepasang sepatu merah “kamu memulai petualangan ke New York, Berlin, Amsterdam,
hingga Tijuana. Dengan menggunakan kata “kau” intan seolah mengajak pembaca
menjadi benar-benar berpetualang dengan kata ganti pertama. “kau” berpapasan
dengan orang-orang yang sama gentayangannya karena tersesat dan tak ingin
pulang seperti jurnalis India, gadis Belgia, hingga “kau” terbangun di kuburan
sebuah desa di Jawa Barat. Semua nomaden, seperti “kau” tak ingin pulang.
Jangan
sembarang menerima pemberian, demikian nasihat orang-orang tua dulu, tapi kau
terlanjut meminta paket itu: hadiah sekaligus kutukan. Iblis kekasih telah
memberimu sepasang sepatu merah.
Kau
terkutuk untuk bertualang, atau lebih tepatnya, getanyangan. Bernaung, tapi tak
berumah. Cewek baik masuk surge, cewek bandel gentayangan.
Kelebihan
buku ini adalah konsep yang berbeda dan sangat unik. Novel ini sangat cocok
untuk teman-teman yang ingin merasakan petualangan melalui dunia tulisa. Novel
ini menggunakan POV 2 yang sangat jarang di gunakan oleh penulis lainnya. Namun
penulis menggunakannya dalam hampir 500 halaman novel ini. Novel ini juga
memberikan semangat kepada para perempuan, betapa mengerikannya sihir
perempuan. Perempuan mampu menyelesaikan berbagai masalah yang berat dan sejauh
apapun itu. Novel ini menggunakan sudut pandang kedua. Sehingga pembaca lebih
leluasa dan mudah untuk merasa seperti pemeran utama didalam novel dan
merasakan setiap alurnya.
Kekurangan
buku ini adalah beberapa kata yang typo, tapi tidak banyak. Novel ini memiliki
hampir 12 akhir cerita dan alur. Sehingga sangat sulit untuk mengingat setiap
alurnya dengan apa yang terjadi. Membuat pembaca kebingunan dengan setiap alur
yang dibaca hingga akhir

Posting Komentar