Aku benci mengakuinya. Sungguh, aku
benar-benar benci mengakui lagi ini semua. Aku mulai mengenal apa itu sayang
lagi. Aku mulai merasakan apa itu kangen. Aku mulai berpikir aku terjatuh lagi
didalam untaian rasa cinta ini. Aku merasa kan ini semua lagi. Setelah sekian
lamanya aku bermain perasaan dan terjatuh tanpa bisa bangkit lagi..
Akhirnya..
Aku mengenalmu lagi,
Hay..
Rasa sayang yang kini kurasakan untuk dia..
Dia yang mengatakan hal ini padaku dini hari tadi pada pukul. 1.12 AM, ‘’Sy syg kamu sy setia sama kamu kok jadi jngn takut jngn tanyak macem2 lg percaya aja sma syJ’’
Kalian tau apa yang kurasakan saat dia
mengatakan itu?
It’s awesome guys..
Itu membuatku semakin menyayanginnya. Dia yang berhasil membuatku seperti ini lagi. Dia yang mengembalikan kepercayaanku pada sebuah rasa yang kukutuk tidak ingin kurasakan lagi..
Terima kasih..
Telah menyayangiku sebegitu besarnya. Terima kasih telah menerima kekuranganku. Terima kasih untuk semua yang sudah kamu berikan untukku..
Bagaimana aku harus mengungkapkan rasa ini?
Aku benar-benar sangat menyayangimu, my boys!
I love you so much!
Kamu yang selalu memberikan sesuatu yang selalu bisa kuingat setiap harinya. Terdengar lucu. Kamu yang selalu mengesalkan, menyebalkan dan segala ungkapan yang mengungkapkan bahwa aku benar-benar bete. But, itu semua hal yang selalu aku ingin kamu lakukan walaupun kadang aku mengeluh. Kadang aku kesal. Tapi.. percayalah aku menginginkan itu semua. Seperti.. itu sudah jadi sebuah kebiasaan untukku..
Yaaa..
Salah satunya adalah ketika kamu mengganggu tidurku baik itu “dini hari” maupun “siang hari”dengan alasan “aku gabisa tidur” dan “ndg mau sy km tdur”
Alasan macam apa itu?
The bad reason.
But, aku tau.. itu caramu mengungkapkan rasa sayangmu padaku. Mengungkapkan semua rasa yang kamu miliki padaku. Sungguh, aku benar-benar sangat benci terjatuh didalam rasa ini. Aku benar-benar tidak suka.
Rasa ini..
Ya Tuhan..
Keegoisanku semakin membara,
Aku ingin memilikimu seutuhnya. Aku tidak ingin orang lain membahagiakanmu selain diriku. Aku tidak ingin kamu pergi dengan orang lain walaupun itu temanmu sekalipun.
Aku ingin seluruh waktumu ada dan hanya ada
untukku. Aku ingin itu semua. Aku benci ini semua. Aku begitu egois, sangat
egois. Dan sangat-sangat naïf karna menyembunyikan semua keegoisanku padamu.
Aku mulai sungguh-sungguh takut..
Jika saja..
Seandainya esok hari..
Lusa..
Kamu tidak lagi seperti ini..
Apa yang harus aku lakukan?
Apakah aku akan terpuruk dalam rasa menyesal
lagi bahwa aku telah membuka hatiku untukmu?
Pliss..
Aku mohon.
Bantu aku..
Aku sungguh-sungguh takut dengan rasa sakit ini akan muncul lagi. Aku tidak ingin rasa sakit itu datang lagi. Aku terlalu rapuh untuk bisa merasakannya lagi. Dan saking rapuhnya, dia terlalu cepat membeku dan menutup pintu hati ini lagi..
Pernahkan merasakan sakit gigi?
Kamu tau, rasa ini lebih sakit dari rasa itu.. serius deh..
Aku sangat takut kehilanganmu. Kehilangan semua sikapmu saat ini padaku. Aku takut
kamu berubah. Kamu tau? Terkadang rindu itu tak baik karna akan menghancurkan moodku. Tetapi apa boleh buat?
Hatiku tidak pernah bisa menawar terhadap rasa apa yang akan datang menghampirinya begitu saja. Itu membunuhku. Membuatku waspada terhadap rasa apapun yang akan datang nantinya. Rasanya, aku dilukai tapi tidak bisa memberikan perlawanan.
Aku begitu rapuh..
Rapuh..
Dan rapuh..
Bagaimana lagi aku harus mengungkapkan semua ini?
Serius deh..
Aku tidak sanggup lagi berdiri jikasaja kamu memberiku sebiji jarum saja untuk ditancapkan dihatiku.
Maaf..
Mungkin itu kata yang bisa aku ucapkan padamu. Jikasaja, aku, sikap, perilaku, tingkah laku, mimikku dan ucapanku membuatmu tak betah padaku. Berniat meninggalkanmu.
Berniat mengakhiri semua ini..
Aku benar-benar minta maaf..
Aku sangat-sangat minta maaf, aku minta maaf..
Aku minta maaf..
Aku tidak berniat membuatmu merasakan hal itu.. sungguh, aku tidak ingin membuatmu untuk mencoba berpikir menjauhiku. Aku tidak ingin itu. Aku benci itu..
Tolong,
Jangan memikirkan itu, aku tidak akan sanggup berdiri lagi jika kamu melakukan itu padaku. Aku tidak akan punya mantra untuk mengalahkan dementor yang datang padaku..
Kamu..
Kamulah mantraku..
Jikasaja, mantraku pergi dan tak mau aku mengingatnya lagi. Bagaimana aku bisa melawan dementor ini?
And now..
Aku sangat bahagia memilikimu..
Kamu yang membuat hariku like a rainbow.. berwarna cerah tanpa celah cloudy sedikti pun. Tawa, senyum menggelikan, risih, kesal, emosi, sabar. Aku bahagia memiliki itu semua..
Sungguh..
Aku benar-benar bahagia. Rasa ini datang begitu saja dengan semua tingkah menyebalkanmu..
Jikasaja aku juga benci mengakui,
Bahwa aku benar-benar takut kehilangan sikapmu saat ini. Aku benar-benar takut. Ketakutan ini. Andai saja aku bisa melihat masa depan. Aku tidak akan seperti ini. Tapi aku yakin, bahwa kamu memang benar-benar menyayangiku.
Dan..
Aku benci mengakuinya,
Bahwa aku benar-benar menyayangimu juga, my boys!
Mataram, 21 Juli 2017

Posting Komentar