Merci Beaucoup


Halo kak, apa kabar?

Sudah lama kita tidak bersua ya. O iya, masih ingat aku ? ah.. mungkin sudah lupa ya. Tentu, itu sudah sangat lama sekali. Ah tidak, bukan tentang waktu, hanya saja memang aku yang tidak berharga untuk di ingat. Hahaha

Lupakanlah basa basi itu. aku kali ini ingin menyampaikan beberapa hal untuk kakak melalui surat ini. aku harap kakak membacanya ya. Karna mungkin, jika aku menyampaikannya secara langsung aku tidak akan kuat. Kakak taulah, aku akan menangis dan semakin terlihat lemah di hadapan kakak.

Sudah lama ingin ku sampaikan perasaan ini dan seluruh kata yang tertahan didalam hatiku. Yang dimana setiap memikirnya justru membuat nafasku kian sesak dan tak bisa tidur dengan baik. Jujur saja, aku perlu waktu yang lama untuk berpaling dari seluruh kenangan kita. Semakin aku berusaha menjauh, justru aku semakin tertarik untuk melihat seluruh story dan feed Instagram kakak. Ah, harus aku kaui betapa bodohnya aku ini. aku yang tak bisa berpaling dari orang yang sudah jelas meninggalkanku demi wanita lain yang menurutkan lebih baik dari ku, bukan begitu kak ? atau ku sebut saja sebagai seseorang yang sangat tak segan untuk meninggalkanku, bagaimana ? tepat bukan ?

Tidak apa-apa.

Sungguh.

Sekarang aku baik-baik saja, serius. Mengenal kakak mengajarkanku mengikhlaskan. Mengenal kakak juga mengajarkanku pengorbanan. Dan mengenal kakak juga mengajarkanku bahwa keingian untuk memiliki seseorang seutuhnya itu bukan cinta tetapi egoism. Terima kasih, selain kenangan yang ada, kakak juga mengajarnkanku banyak hal yang tidak bisa kudapatkan dari siapapun.

Baik-baiklah disana ya kak. Jaga dia yang telah menjadi pilihanmu. Jaga dia yang telah membuatmu berpaling dariku. Jaga dirinya dan jaga hatinya. Berjanjilah kak, bahwa kamu tidak akan membuat hati dia menjadi hancur seperti hatiku saat itu. Ya, saat itu. Dimana hujan turun dengan begitu derasnya dan seketika itu juga kata-kata kakak terdengar seperti petir yang menyambar hatiku. Dan aku masih sangat ingat sekali, saat itu juga air mataku beriringan dengan derasnya hujan yang turun.

Tapi, sungguh..

Aku tidak apa-apa dengan semua yang telah terjadi itu. aku hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak. Karna kakak, kini aku merasa terlahir kembali. Dengan diriku yang semakin kuat, tegar dan tangguh. Kini, aku adalah bagian kecil dari kenanganmu. Terima kasih banyak telah menjadi bagian dari cerita hidupku..

Au revoir.




Mataram, April 6th 2019

Share:

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes