Wallpaper WhatsApp


Selamat pagi, sayang..

Apa kabar?

Sudah lama ya, sejak pukul. 06.30 pada hari senin tanggal 18 Februari 2019 hingga hari ini aku sangat senang setiap melihat chat kita. Karena, wallpaper whatsapp ku selalu kelihatan..

Ya, aku sangat senang..

Karena aku mengganti wallpaper WA asli dengan wallpaper yang sesuai dengan keinginaku..

Ya, aku bahagia..

Bagaimana denganmu?

Ya, pasti kamu juga sangat senang. Tentu..

Bukankah kamu yang memulai..

Oh tidak..

Aku lupa..

Kamu tidak baru memulainnya, tapi selalu mengulanginya setiap hari,

Oh.. mungkin karena usiaku telah semakin bertambah aku jadi melupakan banyak hal..

Tapi tenang sayang..

Aku tidak melupakan tanggal jadian kita, tanggal ulang tahunmu dan tanggal ulang tahunku.
Don’t worry, I want to forget it sometime. But, I know u know that I can’t..
I don’t know, why..

Bagaimana denganmu?

Ah.. aku lupa meminta maaf..
Mianhaeyo, sayang..

Sometime, aku ngebuat wallpaper wa mu tidak terlihat di chat kita karena selalu penuh dengan chatku. Chat yang entah marah, kesel, dengan berbagai emot dan perasaan yang kurasa. Aku minta maaf..

Aku tau kamu kesel dengan sifatku yang katamu, “kekanak-kanakan”

Tapi, mengertilah. Aku hanya ingin tahu kabarmu sayang. Aku ingin tau apa yang sedang kamu lakukan. Mengertilah..

Hem..
Sepertinya aku lupa,
Justru aku yang tidak mengerti dirimu, ya.. seperti katamu. Justru aku yang tidak pernah bisa mengerti dirimu..
Aku tidak bisa mengerti dengan kesibukanmu mabar. Aku tidak bisa mengerti dengan kondisi dimana kamu tidak bisa meninggalkan arena war mau untuk hanya membalas chatku. Aku tidak bisa mengerti dengan kegiatanmu dengan teman-temanmu..

Aku lupa, bahwa sebenarnya aku yang salah..

Ya sepertinya aku sadar sekarang..

Bahwa aku telah benar-benar salah..

Salah telah..
Menunggumu membalas chatku dari pagi hingga malam, sampek-sampek kamu lupa

Kalok aku chat kamu..
Menunggumu melihat snap wa ku yang isinya seluruh kode untukmu. Menunggumu melihat seluruh story instagramku yang isinya semua keluh kesah perasaanku.

Aku tidak begini bukan tanpa alasan..

Aku tidak tau harus bagaimana dan melakukan apa..

Seluruh isi benakku memikirkanmu, kenapa kamu ga bales chatku. Kenapa kamu lama bales chatku. Kenapa kamu lebih cepet bales chat temenmu daripada aku. Kenapa last seenmu selalu update tapi tak satupun chat ku kamu read..

Bukan baper..

Ah aku berbohong..

Aku memang baperan sih..

Baperan,

Ya, baperan..

Bukankah ini memang seperti ini..

As always like this..

Aku tidak seharusnya baperan..

Bolehkan aku bercerita sedikit saja pada kesempatan kali ini, bahwa aku..
Sangat lelah memikirkan sikapmu. Sangat lelah menahan kesabaranku. Sangat lelah melerai hati dan otak ku. Sangat lelah membedakan antara tulus dan bodoh.

Aku benar-benar sangat lelah..

Tidakkah kamu juga akan sangat lelah jika kamu berada di posisiku?

Ah sudahlah..

Bakal useless banget bilang kayak gitu, kamu ga akan bersikap seperti ini jika kamu bisa merasakan apa yang aku rasa dan bisa memposisikan dirimu pada diriku.

Sebaiknya begini saja,

Mari kita buat kesepakatan..

Bagaimana jika kita biarkan wallpaper wa mu selalu terlihat dan aku akan kembali ke sifat dinginku yang dulu luluh karenamu. Dan kini, muncul lagi juga karenamu..

Mari kita saling berdampingan tetapi tetap membiarkan wallpaper wa masing-masing tetap terlihat jelas..

Au revoir,



Mataram, February 24th 2019

Share:

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes