Semuanya terus berubah.
Hari demi hari, waktu demi
waktu telah berganti.
Semuanya berubah seiring
berjalan. Semuanya tidak ada yang kugenggam. Semuanya tidak sesuai dengan
rencana. Semuanya tidak sesuai dengan ekspetasi.
Revisi lagi..
Lagi, lagi dan lagi.
Berpikir keras lagi, mencari
peluang lagi dan menghabiskan tenaga lagi. Sangat sulit untuk kulalui. Sangat
sulit untuk kujalani.
Semua yang telah lama
kupersiapkan tidak terjadi. Aku tidak mendapatkannya. Gagal dan gagal. Harus
bagaimana lagi?
Aku ingin menangis..
Berteriak
sekencang-kencangnya. Tidak adil? Tidak, aku tidak merasa seperti itu. Hanya
saja, aku telah terlalu lelah berjuang. Aku perlu beristirahat untuk sejenak.
Aku tidak ingin beranjak dari kamarku, dari kursi kesayanganku, dari meja yang
selalu menjadi tempatku meletakkan tangan saat bersangga dagu dan pandangan
dari laptopku.
Aku hanya sedang lelah dan
meratapi betapa payahnya aku. Betapa sangat lemahnya aku karna tidak bisa
berjuang dengan lebih keras. Aku marah dengan diriku sendiri.
Semua yang telah kususun rapi
sejak 6 tahun lalu. Semua yang telah kumantapkan sejak 3 tahun lalu. Aku harus
seperti ini, harus mencapai ini dan harus menjadi seperti ini ditahun segini.
Harus dan harus.
Sekarang bisa apa?
Harus dan harus itu justru
tidak termungkinkan terjadi.
Perlahan, aku merapuh.
Melemah. Dan memudar.
Semua yang telah kutanamkan,
kusiram dan kupupuk selama berhari-hari perlahan mulai memudar. Prinsip dan komitmen.
Impian dan cita-cita. Semua mulai terasa sangat jauh untuk kugenggam. Semua
mulai terasa sulit untuk kucapai. Semua mulai memudar dan perlahan menghilang.
Redup dan perlahan-lahan mulai
gelap.
Sulit menemukan cahaya. Aku
harus berlari untuk mencapai cahaya itu. Sedangkan saat ini untuk bangkit pun
aku merasa kakiku sangat tidak mungkin untuk digerakkan. Aku telah lelah. Aku
belum cukup sembuh.
Mencari peluang, dan menemukan
nya. Menjalani dan melalui. Proses ini sangatlah sulit untuk kulalui. Aku sungguh
amat takut. Takut tidak menjadi seperti apa yang telah aku harapkan. Mimpiku
akan hanya sebatas tulisan. Bukankah itu sangat membuat menderita. Aku tau,
sukses itu bukan perihal bisa atau tidak. Tetapi perihal suatu keharusan.
Aku merasa hampir putus asa.
Aku perlahan mulai membenarkan apa yang orang lain katakan tentang prinsipku.
Aku perlahan mulai percaya apa yang orang lain katakan bahwa aku tidak bisa.
Sekarang aku benar-benar
percaya, Tuhan tidak pernah memberikanku hal yang mudah untuk kucapai. Tuhan
selalu mengajariku tentang proses dan perjuangan. As always.
Aku merapuh..
Aku mulai tidak yakin bahwa
aku bisa menjadi seperti apa yang aku ingikan di tahun berikutnya. Aku pesimis
dengan apa yang akan aku capai nantinya.
Aku ragu aku akan bisa lagi.
Aku sangat ragu.
Aku bahkan tidak tau nantinya
aku akan menjadi seperti apa. Aku tidak tau lagi aku akan menjadi seperti apa.
Mataram, 23 Mei 2018

Posting Komentar