Aku tetap ingin seperti ini.
Aku tidak ingin mengingat bagaimana buruknya hubungan kita di organisasi.
Tetap ingin seperti saat ini,
kondisi ini dan keadaan ini. Bermain, bercanda dan tertawa ceria tanpa luka.
Tanpa rasa sakit yang membuatku akan mengingatnya setiap aku melihat wajahmu,
dia dan mereka.
Tetap menggelitiki ku, mencoba
membuatku menangis dengan semua olokan dan menertawaiku dengan segala tingkahku
yang menurutmu aneh dan lucu.
Tetaplah seperti ini,
Seperti sekarang ini..
Lupakan, tolong lupakan. Semua
yang telah membuatmu jauh dariku. Yang membuatmu membenciku. Yang membuatmu
berhenti dekat denganku. Baik. Aku salah. Tetapi aku juga pantas untuk membuat
kesalahan. Jadi, tolong maafkan itu dan lupakan semua yang telah berlalu. Semua
yang telah menjadi masa lalu dan kenangan.
Aku enggan mengungkitnya
kembali.
Disaat dimana kita saling
berhubungan dengan cara yang buruk. Aku junior, kamu senior. Aku dimarahi, kamu
memarahi. Aku meminta maaf, kamu tidak memaafkan. Aku melawan, kamu membentak.
Aku berbuat hal yang salah
dimatamu. Aku melakukan hal yang benar di mataku. Aku mengabaikanmu dimatamu.
Aku mengabaikanmu karna kamu tidak benar menurutku.
Baik.
Ayolah, lupakan saat-saat
pahit seperti itu. Aku sudah sangat sakit kepala saat ini harus mengingat itu
semua lagi.
Aku tidak inign mengulang
kenangan pahit seperti itu lagi. Jadi, tetaplah seperti ini. Aku dan kamu
memiliki pandangan yang berbeda. Namun, jangan jadikan hal itu alasan untuk
kita tidak seperti ini lagi.
Bergurau sepanjang jalan
sembari mengulur waktu. Makan bersama sembari kamu juga mengerjaiku,
mengusiliku dan membuatku merengek seperti anak kecil.
Cukup sudah, waktu itu sudah
sangat tidak ingin aku ulang. Aku benar-benar takut. Saat aku berpikir bahwa
aku benar-benar merusak hubungan ku denganmu. Hubungan yang sangat membuatku
nyaman. Aku nyaman dengan semua yang kamu ceritakan. Tetapi, aku tidak senang
dengan prinsipmu mengenai organisasi. Tak apa, kita dibesarkan dan berada di
tahun yang berbeda. Dengan hari, tanggal, bulan dan tahun yang berbeda. Dengan
keadaan, kondisi dan suasana yang berbeda. Semuanya berbeda, tentunya prinsip
kita pun pasti akan berbeda. Namun, jangan dengan alasan itu kamu menjauhiku.
Tetaplah seperti ini.
Tetaplah seperti sekarang ini,
aku dan kamu. Tanpa masa lalu yang pahit, tanpa kenangan yang menyedihkan dan
tanpa rasa sakit yang berkepanjangan. Hingga esok, aku akan mengenalkanmu
dengan keluargaku. Bahwa kamulah temanku yang bersamaku sedari 2 tahun yang
lalu hingga nantinya.
Mataram, 11 April 2018

Posting Komentar