Ne, Gamshahamnida Chagiya!

Ne, apa kau membenciku sayang?
Mianhaeyo chagiya!

Jika aku telah menyakitimu dengan sikap burukku. Aku memang orang yang buruk. Aku tidak baik. Menganggapmu menjadi pengganggu, penyusah dan seseorang jahat untukku. Wah, betapa naifnya diriku. Padahal yang sesungguhnya. I ‘ m so glad to have u, now!

You’re my sunshine!
Yah..

Aku menyayangimu .
Dan semakin menyayangimu setelah aku tau bahwa kamu memang benar-benar dan sungguh-sungguh peduli padaku. Nde.. aku yakin akan hal itu dan sangat yakin akan hal itu setelah aku melakukan tes percobaan padamu. Mianhae cumik..

Ehehehe..

Aku mengakuinya sekarang. Aku sengaja merencanakan ini dan menunggu saat yang tepat untuk melakukannya. Tapi ternyata aku malah terjebak dalam rencanaku sendiri. My-Ex come back. Entah apa yang dia rencanakan, aku memang sudah mengetahuinya tapi ternyata akhirnya aku tau dia hanya sedang kesepian dan merayuku. Ahh.. dasar laki-laki. Dan wajar saja jika seorang yeoja sepertiku bertanya, “apakah semua namja berperilaku seperti itu?” dan aka nada yang bertanya kembali, “wae?” ya.. karna ini bukan pertama kalinya aku diperlakukan dan bertemu keadaan seperti ini.

Nde.. itu benar..

Sudah terlalu sering, terjebak dalam kondisi seperti ini. Dan untungnya saja aku sudah kebal dan tidak terpengaruh atau lebih tepatnya sesuai dengan keadaan kata, “ B A P E R”

Malam itu aku chattingan dengan si dia My-Ex [yang-tidak-boleh-kusebutkan-namanya]. Ya, bisa saja jika kusebutkan namanya akan ada seseorang yang membunuhkan setelah tulisan ini kushare. Dia merayuku, dan mengatakan bahwa dia akan menjemputku pulang dari kantor, karna saat ini aku masih menjalani masa training ku (PKL (praktik kerja lapang)). Dia memaksaku dan mengatakan titik bahwa dia akan menjemputku dan aku tidak boleh menolaknya. So what is it? Aku terkejut. This is so surprise melihat dia seperti ini. Dia seperti sedang serius. Aku menyanggupinya dan berniat tidak membawa motor dan diantar ke kantor. Aku sudah meminta ijin si dia My beloved boy. My chagiya! Ya.. awalnya dia seperti cemburu menurutku namun dia menutupinya dan mengijinkanku.

Dan pagi hari setelah aku di kantor, my-ex berkata bahwa dia tidak berjanji akan menjemputku pulang kantor hari ini dan langsung whasappnya tidak aktif. Daebak!

Apakah laki-laki ini benar-benar gila? Dia memaksaku dan kemudian berkata seperti itu. I hate u! terus sama siapa gue pulangg…………………………………………… masak iya gw jalan. Cape lah! Kalok kantor sama rumah gw deket ya dari dulu juga gw jalan ke kantor. Lah ini.. dikira deket apa. Lu tega bos. Serius deh lu bener-bener jahat dan tega amat sama gw.

Aku memberitahu pacarku dan dia marah, tidak mengijinkanku lagi untuk pergi dengan dirinya. Ya.. apa boleh buat. Aku salah. Dan dari sanalah aku mulai memikirkan rencana licik ini..

Wuahahahahhahahahaa…

Aku merayunya untuk mengantaku pulang, dan juga mengantarku kesanggar latihanku karna hari ini aku adalah hari latihanku. Dia tidak mau dan dia mengatakan bahwa dia akan mengantarku pulang kerumah dan aku bisa berganti pakaian lalu bisa latihan. Namun aku ngotot aku tidak mau. Aku mau kesanggar sepulang dari kantor, langsung! Dan memintanya menjemputku di sanggar. Dia masih tidak mau dan mulai tidak peduli. Tetapi aku tetap ngotot pada pendirianku. Dan mari kita lihat seberapa pedulinya dia terhadapku.

Nde..

Aku sengaja pulang dari sanggar jalan kaki kerumahku, dimana letak sanggarku di kr. Kecicang dan rumahku di pagesangan barat. Sekitar 3-4 km. bisa saja, aku minta diantar pulang oleh si empunya sanggarku dia sangat baik denganku. Atau bisa saja aku meminta tolong dengan admin tempatku yoga yang tidak terlalu jauh dari sanggarku. Tapi, aku sengaja.. aku ingin melihat dia seberapa peduli. Dan pantaskah dia untuk kupertahankan?

Nde..

Dia memang pantas untuk aku pertahankan!

Dia datang!

Dia mengkhawatirkanku dalam kekesalanya!

Sepanjang jalan aku dan dia tetap diam. Sunyi tanpa ada sepatah katapun terucap antara aku dan dia. Hanya suara motor dan kebisingan dijalan saat malam hari. Kita sibuk dengan pikiran masing-masing. Ya.. aku memegangnya erat. Aku nyaman. Senyaman selimutku dipagi hari yang dingin. Aku benar-benar nyaman. Aku mencintainya. Aku menyayanginya. Terima kasih banyak karna sudah memperdulikanku. Terima kasih banyak sayang..

Ya, kuakui.. kamu memang benar-benar namja yang sangat jahat dan tega. Mencubitiku hingga hidungku benar-benar mirip seperti hidung clown. Mengacak-acak rambutku. Menggelitiku. Mengganggu tidurku dimalam hari maupun siang hari. Menghilangkan moodku dengan kemanjaanmu. Membuatku kesal dengan tingkah kekanak-kanakkanmu. Memukul kakiku. Tapi…

Itu tidak masalah. Aku menyukainya. Aku menyukainnya. Aku benar-benar menyukainnnya. Ne, gomawo sudah sebegitu pedulinya. Sudah meluangkan banyak waktumu untukku. Sudah menghabiskan suaramu untuk mengomeliku. Sudah membuatmu kesal dengan keras kepalaku. Mianhae chagiya! Mianhaeyo. Aku tidak bermaksud membuatmu sakit. Aku tidak bermaksud membuatmu marah. Aku tidak bermaksud untuk tidak mendengarkanmu. Nde.. mianhaeyo! Gamshahamnida untuk semua cumik..




Mataram, 07 September 2017
Share:

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes