Management Time

Kata orang, kalok kita sekolah trus ikut organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler atau sejenis pengembangan kreativitas dan diri diluar maupun didalam sekolah harus pinter-pinter “Manage Time”. Kalok endag, persiapkan diri untuk memilih slah satu dari sekian kegiatan itu, karna ndg semu orang bisa focus dan memantapkan diri di semua kegiatan itu.
Pasti, semua orang pengen ini pengen itu. Pengen bisa ini pengen bisa itu. Ayolah.. kita sendiri yang tau kemampuan diri kita. Kalok emang ndag bisa jangan dipaksa. Sebelum semuanya akan jadi fall apart. Dan sebelum semua yang kita prioritaskan di awal jadi insidential di akhirnya.
Kadang kita berpikir, kita udah berusaha semaksimal mungkin *just we think* kenapa kok hasilnya gak maksimal? Mereka bilang, mereka belajar buat dapetin ini dan mereka dapet. Kok aku belajar buat dapetin itu kok gak dapet?
Why?
Karna kita ndag pernah tau mereka seberusaha apa dan seberjuang apa buat dapetin apa yang mereka mau. Mungkin terdengar enteng mereka ngomong saya belajar untuk itu dan akhirnya dapet itu. Tapi percayalah, “hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha..”
Kita berusaha seperti ini dan inilah hasilnya. Semua perlu proses, mereka berhasil bukan hanya karna mereka belajar aja. Fokush kebelajar dan melupakan kegiatan mereka yang lain. Tapi karna mereka bisa manage time mereka dan bisa manage activitiy mereka.
Hidup harus punya banyak plan. Contoh, sekarang 5 april 2016, tanggal 24 mei 2016 aku UAS. Persiapannya harus belajar, dalam artian memahami semua materi yang dkasik ma guru-gurunya dan cobak mengulang semuanya.
Ini sebenernya ndag seribet yang kita pikirkan, tapi aku pernah iku LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) di Taman Wisata Suranadi dan yang paling menginspirasiku itu pemateri ke 3 dari LDK itu yang temanya “Management Time” namanya beli Heri. Aku sedikit lupak apa yang disampein sama  beliau karna itu sekitar September 2015. Aku susah untuk mengingat banyak hal, tapi dia ngajarin gini, kalok kita mau apa yang kita inginkan tercapai :
1.    Buat banyak plan, misal : pengen kuliah di UNRAM. Harus ada plan lain kalok misalnya kita ndag keterima disana. Bukan ndag mungkin juga kita ndg keterima kan tapi bukan mendoakan tidak keterima. Apapun bisa terjadi, kita harus hadapi kenyataan.
2.    Berusahalah semaksimal mungkin. Keluarkan seluruh usahamu. Mau ikut lomba ini, come on, keluarkan semua bakat dan kemampuanmu. Jangan berharap hasil. Keluarin dulu usahamu semaksimal maksimalnya, rasain deh kamu ndg bakalan mengharapkan hasil. Ingat, “usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil..”
3.    List apa yang kamu inginkan, besok ingin ini, lusa ingin ini, 1 minggu kedepan ingin ini, 1 bulan ingin ini, 3 bulan ingin ini, 6 bulan ingin ini, 1 tahun ingin ini, 2 tahun ingin ini, 5 tahun ingin ini. Dan buatlah persiapan apa yang harus kamu lakukan.
Setiap hal yang ingin kita lakukan selalu ada tahap nya. Jangan pernah mengeluh dan berusaha buat jadi orang lain hanya karna apa yang kita inginkan tidak tercapai. Kita lihat mungkin hidup orang lain memang indah rupanya. But, jangan pernah mempercayai dan menerima apa yang kita lihat dengan mentah-mentah. Cintai diri sendiri, jika ingin dicintai orang lain. Orang lain ngejudge kita karna dia menelan mentah-mentah apa yang dia liat. Lets! Itu dia bukan kita..
Umur 15 tahun, itu udah bisa dibilang dewasa. Udah bisa nentuin dan berpikir kemana kita harus ngelanjutin sekolah dan mau jadi apa aku besok. Pilihan selalu ada ditangan kita. Dan semakin tua kita, matter itu akan semakin besar. Jangan pernah mencoba lari dari kenyataan. Hadapi semuanya, masalah pasti berlalu kok. Walau tak ada habisnya melekat sama kita, tapi itu bermanfaat.
Jangan menyerah pada keadaan, dan aku jadi inget sama kata2nya Ketua DPP Peradah Prov.NTB, beli Widi, “bukan waktu yang dibagi tetapi pikirannlah yang harus dibagi..”
Kata orang pikiran kita itu bercabang, harus mikirin ini harus mikirin itu. Masa muda, buatlah cabang-cabang itu positif. Kayak katanya Kak Made Sudana, “masa SMA masa-masa dimana pikiran kita masih banyak kosong dan perlu diisi dengan hal-hal yang ndag penting..”
“pandai-pandailah membagi waktu..” ungkapan yang sederhana namun sangat sulit dijalani. Masa muda laluilah dengan hal-hal yang positif, masa muda kan cuman sekali seumur hidup. Pikiran kita masih belum mikirin anak, suami, istri ataupun membiayai orang tua. Pikirin dan tumbuhkan ide-ide hal luar biasa sebelum besok kita ndg sempat dan ndag bisa memikirkan semua hal itu.
“never give up trying guys, always fight and do is the best in your world..”



Mataram, 6 April 2016
Share:

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes