Dua Sisimu Yang Berbeda Senior

Entah..
Semenjak saat itu, aku udah gak inget lagi sama dia. Walaupun harus kuakui sedikit rasa suka masih berada dihatiku, walaupun saat ini aku punya kekasih. Rasa suka yang kupikir sudah tak sebesar dulu yang menggebu-gebu dihatiku dan memintaku untuk terus menemuinya dan hanya sekedar melihatnya. Dan sialnya, setiap rasa itu tak pernah terlintas lagi aku malah berpapasan dengannya. Walau hanya sekedar melihatnya rasa itu muncul lagi, aku mulai berpikir, sehebat itukah dirimu? Membangun rasa itu dalam sekejap. Rasa yang mungkin tidak kamu ketahui, rasa yang hampir membunuh jiwaku karna trus memikirkanmu..
Walaupun aku berusaha untuk understimate ma kamu, tetep aja itu ndg bisa ngubah rasa suka ini jadi benci. Dan kamu tak pernah memperdulikanku its not a big problem. Aku selalu berusaha mengabaikan rasa ini saat kamu mulai menitikkan sakit. But that’s failed, always failed.
Dan anehnya setiap aku memikirkanmu, kamus selalu muncul. Seperti saat ini, aku menulis ini untuk mu dan memikirkan semua yang kulalui bersamamu. Eh eh.. kamu malah like 3 foto di instagramku. Btw yang kepo ma IG ku, namanya @niputuvirgi. Search aja, ketemu pasti.
Back to laptop..
Aku gak ngerti..
Apa kamu ngerasain feel yang sama kayak apa yang aku rasain? Atau kamu sama sekali ndag peka? Atau mungkin kamu peka tapi kamu udah punya yang lain?
Ah jika seperti terkaanku yang terakhir, sial..
Seharusnya aku tak mendekatimu dan mengubah rasa kagum yang biasa jadi berlebihan pada dirimu senior..
Namun apa boleh buat, aku tak banyak mengetahui tentang dirimu. Yang kutau hanya 1 hal. Kamu hebat bisa yoga, kamu hebat bikin rasa kagumku berubah dan kamu hebat bisa membuat rasa suka ini permanen walau tak seberapa. Itu cukup hebat..
Dan kamu hebat selau muncul saat aku memikirkanmu dari jauh..
Walaupun aku tau, aku tak pernah penting untukmu. Di sosmed kamu selalu ndg peduli, walaupun kita bertemu kamu ndg pernah bahas itu di sosmed atau sekedar bertanya beberapa saat setelah ketemu. Never, aku emang bener-bener ndag penting dan aku tau aku bukan siapa-siapamu dan ndag penting buat kamu. But, kenapa kalok kita ketemu kamu slalu senyum, banyak nanyak dan membahas hal yang buat aku banyak jwab. Kenapa justru berbeda gitu, antara kamu yang di sosmed ke aku dan langsung ke aku.
Rasanya kamu pengen ngebahas banyak hal ke aku di sosmed tentang pertemuan kita tapi kamu berusaha ndag peduli dan hatimu bilang ke kamu, “kamu bukan siapa-siapa dan jangan peduliin dia. Sadari itu..”
Itu menyakitkan boys, dua sisimu yang berbeda. Saat sosmed aku yang berusaha memancing pembicaraan dan kamu gak peduli. Tapi pas ketemu kamu yang berusaha memancing pembicaraan walaupun pembicaraan itu selalu sama topiknya tapi aku yang ndag pedulian karna aku capek kamu cuekin, aku capek kamu ndag peduliin walau aku tau aku bukan siapa-siapa kamu dan ndag pantes kamu peduliin. Tapi aku punya perasaan sama kamu. Dan ok! Kamu ndag peduli terus-menerus gpp. Aku gak masalah nyimpen rasa ini sampek kamu peka tanpa aku ngasik kode..


Mataram, 02 Mei 2016
Share:

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes