Belajar
organisasi itu bagiku kayak belajar menelusuri kehidupan. Belajar mengendalikan
amarah, mengebelakangkan ego dan mengedepankan perofesionalitas. Dari
organisasi kita tau yang namanya kebersamaan yang pertama dan kekeluargaan yang
utama. Dari organisasi kita ngerasain nyakitnya dikritik, nyakitnya di cuekin,
nyakitnya ngeliat temen ndk kerja. Ngeduluin sabar, demi saudara dan positif
thinking, “mungkin dia lagi capek”. Berusaha mengubah mindset demi saudara.
Berusaha nahan sakit demi saudara.
Siapa yang
kita sebut saudara? Temen yang ikut organisasi itu? Mereka yang bikin sakit
hati? ato mereka yang menghadiri acara yang kita buat? Ato bahkan undangan?
All in the
world adalah bersaudara!
Semua yang
didalam organisasi itu saudara. Jika tidak ada persaudaraan maybe organisasi
tetep jalan but, keharmonisan itu nggk akan pernah ada. Nggk akan pernah ada
yang namanya kebersamaan dan kekeluargaan.
Sekolah
yang pertama dan organisasi yang utama. Itu yang diajarin senior-seniorku sama
aku. kata-kata yang sederhana tapi memiliki arti yang mendalam. Arti yang bisa
mengubah hidupku ketika aku mulai benar-benar memahaminya.
Kata
seniorku, “jangan sia-siakan waktu SMA untuk belajar disekolah aja” aku selalu
ingat kata-kata ini walau belum lama diucapkan. Yahh.. senior bagiku adalah
orang-orang yang mendidikku. Orang-orang yang kata-katanya mampu membuatku
memikirkannya dan mengingatnya terus dalam pikiran dan tingkah lakuku.
Di
organisasi memang, sangat memang kita nggk dapet materialitas. Kita kerja
sekuat tenaga tapi ndak dapet apa. Itu wajar! Itu langkah awal learn di organisasi.
Langkah awal sebelum kita berada di organisasi masyarakat yang sesungguhnya.
“PENGABDIAN” kita di organisasi mengabdi, karna sebagai penerus bangsa dan
tujuan hal yang disebut organisasi itu sendiri.
Nggk ada
ruginya berorganisasi. Ndag ada kata rugi dan ndag pernah ada selama kamu
bener-bener memahami apa itu organisasi dan apa yang namanya organisasi.
Organisasi
bukan sekedar tempat orang berkumpul, buat event dan tempat nampang nama aja. Tapi
organisasi tempat kamu belajar, sebagai rumah ketigamu. Selain yang pertama
dirumah dan yang kedua di sekolah.
Belajar
ikhlas. Saat kamu ngeliat dia ndag kerja ndag ngelakuin apa-apa but kamu kerja.
Jangan pernah ngeluh, setiap perbuatan dan usaha selalu ada hasilnya.
Perlahan-lahan kamu akan merasakan perubahan sedikit demi sedikit dari apa yang
kamu lakukan.
Belajar
mengakui. “dia lebih baik dari saya” mengakui bukan berarti pasrah. Mengakui
bukan berarti menyerah. Pengakuan itu adalah hal tersulit yang dilakukan anak
muda zaman sekrang. dipikirannya, “I am perfect, nothing the best for me” but,
apa yang dia bilang sama yang dia lakuin berbanding terbalik. Mengakui berarti bisa
mengerti kelebihan orang lain.
Belajar
organisasi bukanlah hanya kegiatan yang memanfaatkan waktu luang kita. Tetapi
belajar organisasi belajar mencoba dan berusaha.
Mataram, 14 Maret 2016

Posting Komentar