“Ahaha”,
tawaku terdengar garing saat aku harus mengakui bahwa aku menyayangimu saat ini
my boys. Hari ini, 09 Maret 2016 rasa itu muncul lagi. Setelah sekian lama aku
mulai lupa dan sudah benar-benar lupa bagaimana caranya mencintai pasanganku.
Entah karna aku lelah menyayangi kemudia di sia-siakan atau karna hal lainnya,
aku tak mengerti dan tak ingin memikirkannya.
Trauma
menyayangi? Kata-kata itu mungkin tepat untukku saat ini, but aku tak ingin
menyandangi gelar itu. Tak sedikitpun, aku tak menyesal pernah menyayangi orang
yang pernah kusayangi. Untuk saat ini, dan sampai saat ini masih seperti itu
mindsheetku. Although, hurt pernah mereka kasik buat aku. Tak ada orang yang
sempurna di dunia selain Beliau. Aku masih memahami arti kata-kata itu untuk
saat ini. Kenapa untuk saat ini? Masih ada kata tomorrow yang tak memungkinkan
aku akan berpikir sebaliknya dari apa yang kupikirkan hari ini.
By the way,
aku baru jadian hamper sebulan yang lalu yah,, maybe bisa dibilang kurang dari
sebulan. Tepatnya pas hari valentine 14 Februari 2016. Hari itu, banyak orang
menghadiahkan pasangannya something, ato umumnya di hari itu menghadiahkan
bunga, coklat, ato apalah lainnya. But, laki-laki ini menghadiahkanku “bagaimana melupakan orang yang pernah
menyakitiku”. Dalam artian dia menghadiahkanku sebuah hubungan yang bisa
membuatku larut didalamnya dan melupakan orang-orang yang pernah ngasik hurt ke
aku dan semua my past sama orang-orang itu.
Ya, itu dia
my boyfriend name. first time aku ketemu dia di empang, ahahaha.. nggk lah yaa.
Aku pertama kali ketemu dia itu tahun 2012, gak terasa ya,, ternyata itu udah
3,5 year ago. Dia itu kakak kelasku, bisa dibilang aku jugak sukak dia pas itu.
Dan dia, my first love. Ehehehe..
kata orang
pandangan pertama itu mendatangkan cinta, sayang, rasa suka dan sejenisnyalah.
Percaya gak percaya, itu terjadi ma aku. Aku masih inget semua tentang aku dan
dia tahun itu. Semuanya masih melekat dibenakku. Dia yang dulu aku kenal,
berbeda dengan ku kenal saat ini.
Mungkin
bisa dibilang, aku memang slalu menginginkan dia berubah. Ya, kuakui itu! Aku
sih ndak underestimate dia ya, but dulu aku kadang sukak kesel sama dia. Dan
dia tau itu, aku wajarin sih klok sukak sama cwek dimana-mana itu cowok pasti
grogi. Yapp.. itu yang dia rasain ke aku.
Cewek mana
yang seneng dicuekin? Cewek mana yang seneng dikacangin? Nggk ada kan. klok
bisa dibilang dia over grogi ke aku. dan overnya itu bertahan selama 2 tahun ke
aku. -_- kebayang gak sih? Selama ini dia grogi ke aku.
Kuakui,
sekarang dia berubah. Bener-bener udah berubah, nggk kayak dia yang dulu lagi.
Kuakui waktu dan umur mengubahnya. Entah dia dewasa karna trauma sepertiku atau
bagaimana aku tak tau. Yang jelas dia benar2 berubah.
Namun, saat
ini aku tak ingin dia merasa serba salah mengadapiku. Walaupun aku tak pernah
sengaja dan mengatakan padanya bahwa aku keberatan dengan sikapnya. Aku bukan
tak menyukai sifatnya yang entah saat ini labil. Aku tau itu kekurangannya, dan
aku akan selalu memahaminya sebisaku dengan sifatnku.
Aku tak
peduli orang mengatakan apa tentangnya, walaupun selama ini tidak ada. Hanya
sekedar yang kudengar dia nakal. Nakal disini tanda kutip iseng dan jahil. Ahaha,,
aku benar-benar baru ingat,, bahwa sikapnya yang memberatkanku adalah seperti
“bocah”
Mungkin
benar orang bilang, dia iseng dan jahil. Aku tau dia nakal sama orang lain.
Tapi didepanku dia selalu jadi laki-laki yang baik. Aku seneng dia bisa berubah
like what I want. Walaupun aku gak pernah bilang ke dia. Bagiku, ckup dia
menemukan dirinya dan waktu yang akan mengubahnya. Heyy.. see now.. dia jadi
apa yang aku mau.
Kemarin, 8
Maret 2016..
Aku cukup
senang melewati hari bersamanya. Walau hanya sekedar jalan-jalan dan mengitari
mall lama. Itu cukup membuatku senang karna dia rela menyembunyikan lelahnya demi
aku. terdengar konyol juga, aku dan dia menelusuri jalan diantara padatnya
orang berlalu lalang melihat ogoh-ogoh. Cuman buat nyari tempat sampah.
Tanganku dipegangnya terus hingga berkeringat, aku pun mulai kepanasan karna
saat itu menunjukkan tengah hari. “apakah tempat sampah telah dilenyapkan dari
bumi ini”, pikirku saat lelah dan keringat menggerogoti dan membasahi tubuhku.
Ini moment
yang sederhana tapi special bagiku.
Kemarin,
rasa yang Selama ini hilang dan sekian lama aku tak merasakannya muncul lagi.
Muncul lagi saat aku sama dia. Today, aku benar-benar menyayanginya. Walaupun
dia slalu ngerusak moodku, karna garing dan kayak bocah saat chat. But, rasa
sayangku tumbuh karna itu. Dia emang bocah, dan akan tetap jadi bocahku.
Tetaplah
jadi bocahku yang menyebalkan. Jangan pernah berubah bocah tengilku.
Mataram, 09 Maret 2016

Posting Komentar