03 Januari 2017, aku
akan selalu mengingat hari ini. Hari selasa, dimana hari ini adalah hari
pertamaku untuk menginjakkan kaki disekolah setelah 2 minggu libur semesteran
untuk semester 3 ku saat ini. Tapi pagi itu, belum sempat ku bangun badan dari
tempat tidurku. Aku hanya mengembalikan kesadaran ku dan membuka mata, secepat
kilat bapak ku datang dan bilang, “kamu jangan sekolah sekarang ya, kakek ngalain (meninggal)..”
Deg!
I am shock!
..
..
..
..
Terdiam beberapa
detik, setelah bapak ku pergi meninggalkanku sambil memegang HP memberikan
kabar buruk ini kepada kerabatku yang lain. Berita buruk? This… this.. huaaaaa…
this first time in my life. Kenapa secepat ini Krisna..
It so hurt, Krisn..
Untuk pertama kalinya
didalam keluarga kecilku. Aku merasakan kehilangan. Kehilangan orang yang
selama 17 tahun bersamaku. Selama 17 tahun aku tak pernah memikirkan hal ini.
Hal yang telah terjadi hari ini. Aku masih belum bisa menerima semua ini. Belum
ikhlas..
Ini semua terjadi?
Aku tidak begitu
yakin ini semua terjadi. Atau ini hanya sandiwaramu Krisn? Hanya acting dimana
sang pemain berlagak seperti itu?
Huwaaaaaaa… aaaaa..
Aku sudah terlalu
banyak kehilangan. Entah,, dengan alasan apa Krisna memberikan semua ini? Aku
tidak tau. Prinsipku, “apapun yang terjadi padaku itu yang ‘Terbaik’ Krisn
berikan padaku” tapi sekarang untuk kejadian ini. Aku masih belum menemukan
alasan ini terbaik. Aku tidak meragukanmu Krisn, aku hanya kaget.
Ini bener-bener
surprise.
Pagi itupun akan
selalu kuingat. Pagi yang buruk. Pagi yang sangat buruk! Bahkan hari ini pun.
Aku masih belum bisa menerima semua ini. Entah.. sudah berapa lama aku menjadi
orang yang simpati. Ketika ada orang yang meninggal sebelumnya, aku merasakan
kesedihannya walau bukan aku yang kehilangan. Dan sekarang, aku benci semua
ini. Aku benci semua terjadi padaku. Krisn,
Banyak hal yang aku
pikirkan belum terjadi. Aku pengen nangis tapi ndag bisa keluar air mata ini.
Sakit ini, sakit ini tepat didalam hati ini. Ini sakit banget Krisn, aku ingin
mengeluarkan semua rasa ini. Ini semua
sakittttt……………………………………………………………………………………… aku mulai merasa ini semua tidak
boleh terjadi padaku. Ini semua, ini semua membuatku sakit. Aku benci, benci
dan benci hari itu. Aku benci semua ini. Aku benci yang sedang terjadi.
Aku masih merasakan
kehadirannya, masih ada dia.. dia tidak kemana-kemana. Aku merasa dia masih
menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Kemaren-kemaren dia sakit sembuh kok. Dan
sebelum semua ini pun dia sakit dia sudah hampir sembuh. Apa Krisna tidak
memberikannya alasan untuk hidup lagi?
Sakit ini?
Kenapa tidak bisa
keluar dari tubuhku?
Aku benci memendam
sakit ini. Perasaan ini menghantuiku. Perasaan gelisah. Bagaimana aku harus
menjalani kehidupanku kedepannya? Sedangkan orang sudah selama hidupku
bersamaku kini meninggalkanku untuk selamanya. Aku takut. Takut terjadi hal
buruk padaku.
Krisn,
Kenapa ini sakit? Air
mata ini? Sudah keluar berulang kali ditempat yang tersembunyi. Sakit ini pun
lebih bersembunyi didalam tubuh ini. Aku benci. Aku benci!
Kenapa semua ini
harus terjadi!?
Ini semua..
Ini
semuaaaa………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………sakit!!
Mataram, 04 Januari
2016

Posting Komentar